Ideku untuk sinar terang PLN

Ketika ingin memberikan ide untuk PLN, saya harus mengulang memori ketika masih sekolah dasar hingga bekerja di perusahaan swasta yang merupakan pemain data center di Indonesia. Kenapa harus mengulang, karena banyak cerita yang dapat memunculkan banyak ide untuk PLN, baik dari segi pemakai rumahan dan pemakai dari kelas bisnis.

Ide yang saya ajukan untuk sinar terang PLN, umumnya muncul dengan cara mendengarkan (LISTEN) keluhan, kritik, dan saran dari pelanggan PLN. Yang nantinya bisa terlibat (ENGAGE) dalam bisnis PLN, sehingga dapat memberikan inspirasi (INSPIRE) bagi seluruh karyawan PLN untuk berkreasi dan memberikan respon (RESPOND) positif yang mampu memberikan nilai (VALUE) yang berharga untuk PLN dan pelanggan.

Ide PLN Blogdetik kacrak

 

Listen (mendengarkan)

Listen, cari ide dengan mulai dari mendengarkan persepsi pelanggan tentang PLN, baik keluhan ataupun pujian, maka akan muncul ide yang inovatif untuk perbaikan.

Alternatif Sumber Energi Listrik

Nah, sebagai pelanggan PLN, mulai dari SD hingga SMA, saya tinggal bersama orang tua di perumahan dinas perkebunan nasional, tinggal di daerah Situbondo, Probolinggo, bahkan sampai di Pelaihari (Kalimantan Selatan). Satu hal kesan terhadap PLN yang tidak berubah, meskipun rumah tinggal berpindah-pindah tetap pernah mengalami “MATI LISTRIK”. Dan sampai sekarang ketika saya tinggal di Jawa Barat dan sudah punya isteri satu serta anak satu, masih ada satu kata yang tidak pernah hilang sebagai pemakai listrik PLN adalah “MATI LISTRIK”. Rupanya mati listrik ini ada beberapa perihal yang melatarbelakangi, yaitu seperti : mati listrik yang diagendakan dan mati listrik yang tidak diagendakan. Nah, yang harus mendapat perhatian dari PLN adalah terkait mati listrik yang tidak diagendakan, yang beberapa penyebabnya adalah gangguan pembangkit listrik, gangguan jaringan listrik (instalasi), dan gangguan kurangnya energi penghasil listrik. Pernah pergi ke Riau Pekanbaru?. Disana dalam sehari bisa terjadi “mati listrik” sampai lebih dari 3x, kira-kira kenapa?. Hal ini menggambarkan bahwa suplai listrik masih belum merata di semua daerah, belum terbayang lagi untuk daerah di garis perbatasan NKRI. Sebagai pelanggan PLN, ide saya untuk PLN adalah gunakan energi-energi terbarukan yang disesuaikan dengan kekayaan alam wilayah (propinsi). Kita ambil contoh, di Kalimantan yang mayoritas propinsinya dilalui oleh garis khatulistiwa, maka energi listrik tenaga surya perlu lebih digalakkan lagi sebagai sumber energi listrik alternatif, karena tenaga surya sangat melimpah disana. Dengan begitu harapannya pemadaman listrik bergilir dapat dikurangi frekuensinya bahkan menuju ke titik NOL persen. Hal ini dapat diaplikasikan ke propinsi atau wilayah yang lain, contoh ada wilayah yang anginnya cukup kencang, maka energi listrik dari tenaga angin bisa menjadi salah satu alternatif untuk pembangkit listrik. Untuk implementasinya sendiri, PLN dapat bekerjasama dengan industri mikro yang sudah mampu membuat pembangkit listrik sendiri.

energi listrik tenaga angin
sumber foto : voaindonesia.com
PLN Keliling Kampung

Sebagai pelanggan PLN dan pernah hidup kos di Kebon Sirih Jakarta Pusat, sangat banyak sekali saya temui penarikan listrik secara ilegal, umumnya digunakan untuk pedagang di gang-gang yang ada di daerah tersebut. Entah itu legal atau tidak, tapi jika melihat dari cara penarikan kabel listrik yang langsung dari tiang listrik dan tidak ada meteran listrik, maka itu penarikan listrik secara ilegal atau dapat dikatakan sebagai pencurian. Pencurian semacam ini terbilang kecil, tetapi apakah pernah dilakukan survey?. Bayangkan di kota besar seperti Jakarta saja mungkin ada ratusan titik pencurian listrik, lalu bagaimana di kota-kota besar lainnya?. Pencurian listrik merupakan penyumbang kerugian bagi PLN, selain itu dengan adanya pencurian listrik, maka tingkat bahaya akan hubungan arus pendek semakin tinggi dan apabila terjadi di pemukiman yang padat, maka ancaman kebakaran sangat besar. Coba lihat berita di televisi, acapkali ada cerita kebakaran yang disebabkan oleh hubungan arus pendek. Memang penyebabnya tidak hanya karena adanya pencurian listrik, tetapi pencurian listrik merupakan salah satu penyebab terbesar. Oleh karena itu, PLN wajib menggandeng masyarakat dan aparatur warga (RT RW) untuk lebih memahami terkait bahaya pencurian listrik. Memang PLN sudah melakukan penyuluhan-penyuluhan melalui iklan layanan masyarakat di televisi, spanduk, dsb, akan tetapi PLN harus tetap proaktif untuk menggandeng masyarakat. Dimana bisa dilakukan oleh PLN setempat untuk keliling sebulan sekali ke RW-RW untuk mensosialisasikan bahaya dan kerugian dari adanya praktik pencurian listrik. Harapannya dengan demikian dapat menekan tingkat pencurian listrik dan kemungkinan terjadinya hubungan arus pendek.

Tongsis untuk Petugas Pencatat Meteran Listirk

Loh, kenapa tagihan listrik bulan ini besar ya?. Padahal bulan lalu, saya kan lagi pulang kampung selama 3 minggu dalam rangka lebaran bersama orang tua?. Otomatis cuma memakai listrik PLN selama seminggu saja, tetapi kenapa tagihannya seperti menggunakan listrik selama satu bulan penuh?. Sebagai pelanggan PLN, kejadian ini selalu saya alami dari tahun ke tahun, khususnya ketika libur Lebaran, atau biasanya terjadi di bulan Februari pada tahun Kabisat. Ketika mengadukan keluhan kepada petugas pencatat meteran, umumnya mereka beralasan : “pak, pintu pagar rumahnya kan dikunci, bagaimana saya bisa mencatat angka meteran listrik jika dikunci?”. Hal ini langsung saya jawab, “umumnya posisi meteran listrik itu dekat dengan pintu ruang tamu rumah yang alias jauh dari pintu pagar, sehingga munculah ide yang melahirkan papan meteran listrik, yang banyak dijual di toko rumah tangga. Apalagi kebanyakan orang pada kerja, otomatis pintu pagar pasti dikunci dan mereka sudah menyediakan papan meteran listrik”. Pegawai pencatat meteran listrik langsung menjawab, “bahwa SOPnya harus mencatat (memfoto) angka meteran listrik yang ada di tempat meteran listrik PLN“. Hmm, susah nyambungnya ya jika demikian, disatu sisi SOPnya harus mencatat langsung dari tempat meteran listrik milik PLN, sedangkan pelanggan PLN umumnya bekerja dan selalu mengunci pintu pagar rumahnya. Jika papan meteran yang disediakan pelanggan masih dianggap belum cukup, maka alangkah baiknya pencatat meteran listrik dibekali “TONGSIS”, iya tongsis, sehingga dapat menjangkau tempat meteran listrik PLN yang ada di rumah pelanggan. Biayanya cukup murah tetapi akurasi datanya sangat tinggi, sehingga dapat mengurangi kejadian salah pencatatan meteran listrik. Kesalahan pencatatan meteran listrik tidak akan terjadi, jika semua pelanggan PLN sudah menggunakan teknologi isi pulsa listrik. Jadi ide pemberian tongsis untuk petugas pencatat meteran listrik adalah ide yang langsung tepat guna 🙂 .

tongsis untuk membantu pencatat meteran listrik PLN

 

sumber foto : pricearea.com
Lampu LED Produksi PLN

Saat ini PLN gencar sekali melakukan penyuluhan tentang hemat pemakaian listrik. Ibarat gayung bersambut, dipasar saat ini ada teknologi lampu yang hemat listrik, yaitu lampu LED. Akan tetapi karena mahalnya harga lampu LED, maka penggunanya pun terbatas pada kalangan ekonomi menengah ke atas, sehingga kampanye hemat listrik tidak dilaksanakan secara menyeluruh. Ide saya untuk PLN adalah memproduksi LED yang ramah lingkungan dan ramah di kantong (murah), sehingga hemat listrik dapat dirasakan juga untuk kalangan ekonomi ke bawah, jika tidak bisa memproduksi LED sendiri, maka PLN dapat menggandeng tangan produsen lampu LED dalam negeri. Sehingga selain dapat menyediakan lampu LED harga murah, PLN juga ikut membesarkan produksi dalam negeri. Dari Indonesia, untuk Indonesia.

Audit Mutu Rekanan Instalasi Jaringan Listrik

Kejadian kebakaran yang dikarenakan hubungan listrik arus pendek sedang marak terjadi, dimana salah satu penyebabnya adalah kesalahan pada saat instalasi jaringan listrik. Sedangkan instalasi jaringan listrik di rumah-rumah sudah tidak dilakukan oleh PLN, sehingga memang diluar tanggung jawab PLN. Akan tetapi yang memilih rekanan-rekanan instalasi jaringan listrik adalah PLN, sehingga PLN wajib melakukan audit mutu atau sertifikasi kelaikan untuk para rekanan tersebut. Sehingga para pelanggan tidak kebingungan ketika hendak memilih rekanan instalasi jaringan listrik, pelanggan cukup melihat tingkat sertifikasi (pengakuan) rekanan-rekanan PLN, semakin tinggi sertifikasinya maka semakin terpercaya kualitas dan mutu pekerjaannya.

Semoga dengan ide-ide dalam blog ini, yang saya dapat dari pengalaman pribadi sebagai pelanggan, bisa menunjang PLN untuk makin bersinar terang dimasa yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *